oleh

PRB BPBD Kota Payakumbuh Tebang Pohon yang Membahayakan

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh Yufnany Away diwakili Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK), Syamsir Alam, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), Denitral, Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL), Atrimon beserta tim PRB BPBD dan tokoh masyarakat kembali melakukan aksi Pencegahan Resiko Bencana (PRB) dengan melakukan penebangan pohon milik warga yang berkemungkinan bisa membahayakan warga dan infrastruktur umum berupa kabel tegangan tinggi milik PLN.

Penebangan yang dilangsung pada Selasa (24/09/2019) itu menggunakan mesin chinsaw dibantu pemanjat profesional yang sengaja dilibatkan dalam kegiatan tersebut oleh Kalaksa BPBD Kota Payakumbuh.

Aksi PRB masih dipusatkan di RT IV RW II Balai Betung Kelurahan Ompang Tanah Sirah terhadap pohon yang sudah disetujui oleh pemiliknya. Diantaranya sebatang pohon besar jenis petai yang berkemungkinan tumbang jika terjadi angin kencang dan dikhawatirkan rawan menimpa rumah warga. Penebangan pohon tersebut oleh tim BPBD berlangsung lancar berkat kerjasama yanh baik dari warga setempat.

Penebangan selanjutnya terhadap sebatang pohon besar dan tinggi jenis alpukat yang terletak di jalan penghubung Balai Betung dengan Jorong Padang Rantang. Pohon alpukat yang terletak diseberang jalan tersebut condong ke arah kabel tegangan tinggi yang berada di seberangnya. Penebangan juga berlangsung dengan lancar.

“Meski kabut asap masih menyelimuti Payakumbuh, namun aksi PRB kita di Balai Betung kelurahan OTS di hari kedua, berlangsung lancar. Semua berkat kesediaan dan kerjasama yang baik dari pemilik pohon dan pemerintahan kelurahan. Sifat kita hanya memfasilitasi atau membantu penebangan, melalui tupoksi atau kegiatan di BPBD. Kita hanya punya anggaran kegiatan ini, bukan anggaran ganti rugi pohon warga. Untuk dipahami,”terang Kabid PK Syamsir Alam didampingi rekannya Kabid KL Atrimon.

Sementara Kabid RR, Denitral dalam keterangannya menyampaikan bahwa aksi PRB di kelurahan ini masih belum tuntas dilaksanakan. Menurutnya, masih ada pohon terdata disetujui untuk ditebang masih berdiri kokoh dan berkemungkinan bisa membahayakan.

“Berhubung selama 2 hari kita gelar aksi PRB di Balai Betung pihak PLN tidak dapat hadir bergabung bersama, akibatnya ada 3 pohon pinang yang belum bisa ditebang Tim PRB BPBD. Pohon tersebut rawan menimpa kabel listrik rumah warga. Agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, penebangan kita urung hingga waktu yang tidak ditentukan. Tapi kita akan tetap menuntaskannya, karena itu janji kita kepada warga tersebut,”terang Kabid RR Denitral, menambahkan.

Usai aksi PRB dilangsungkan, Tim BPBD pun mohon pamit dengan lurah OTS, Erizal.

Komentar

Tinggalkan Balasan