oleh

Perdana Di Payakumbuh Barat, Koto Tangah Berdayakan Masyarakat Dengan ADK

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Pemberdayaan Masyarakat melalui dana ADK (alokasi dana kelurahan) dimulai dengan Pelatihan Pemanfaatan Lahan Pekarangan serta Pengolahan Sampah dan Biopori untuk KWT (Kelompok Wanita Tani) di Aula Kantor Lurah Kelurahan Koto Tangah, Selasa (23/7).

Dihadiri Camat Payakumbuh Barat L.Kefrinasdi, S.Sos dan Pemateri Kadis Ketapang Edvidel Arda,S Ip, Perwakilan Dinas LH Syafri Doni, dengan peserta dari Pengurus KWT Sumber Rezeki Koto Tangah sebanyak 30 orang didampingi Sekretaris LPM Del Erianto.

Kegiatan ini adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat perdana melalui dana ADK yang dilaksanakan di Kelurahan Koto Tangah, dimana dalam dana ADK untuk pemberdayaan di Koto Tangah, telah dianggarkan 16 bentuk kegiatan.

Camat mengapresiasi Lurah Koto Tangah yang telah melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang pertama kali untuk Kecamatan Payakumbuh Barat bersumber dari dana ADK dan berharap kepada Pengurus dan anggota KWT untuk dapat serius mengikuti pelatihan.

“Banyak pengetahuan yang bisa didapat dalam rangka memanfaatkan pekarangan, mengolah sampah sehingga tidak ada lagi lahan yang kosong dan secara tidak lansung meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Kefrinasdi.

Lurah Ade Vianora menyebut seluruh anggota KWT dapat memanfaatkan pelatihan ini dalam menambah keterampilan memanfaatkan pekarangan, sehingga Ibu-ibu dapat meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya hidup karena kebutuhan dapur sudah ada di pekarangan sendiri.

“Melalui pelatihan ini Ibu-ibu juga bisa mengolah sampah, sehingga sampah tidak lagi menjadi masalah tapi menjadi Berkah, selain itu dalam dana ADK kali ini kita sengaja memulai dengan sosialisasi persampahan, karena kita mau memulai program kelurahan pengelola sampah,” kata Ade.

Desi Sofia selaku Ketua KWT mengucapkan terimakasih kepada Pemko melalui Kelurahan yang telah melakukan pelatihan bagi anggota KWT Sumber Rezeki, pelatihan ini dinilai sangat bermanfaat dan anggota KWT akan lansung menerapkan ilmu yang didapat.

“Kita berharap pelatihan ini dapat dilakukan secara berkala, sehingga anggota dapat ilmu dan keterampilan yang baru serta ada inovasi baru bagi kami ibu-ibu dalam meningkatkan taraf hidup,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan