Pasangan Remaja Menikah Usia Dini Di Tubaba

TUBABA-SuaraPribumi Co.id

Malang tak bisa di tolak, siswa SMP harus menikah usia dini karena faktor X. Pernikahan dini yang bisa mengakibatkan stunting di masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tubaba sedang menggalakkan stunting bahkan mendapatkan predikat Anugerah Predikat Pratama Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Kementerian PPPA – RI, dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Lampung, 2 Agustus 2022 Namun fakta sebenarnya yang terjadi di masyarakat masih ada anak di bawah umur menikah usia dini. 14/1/2023

Siswa berinisial A pelajar yang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama kelas 8 harus menikah dengan pacarnya yang satu sekolah pada awalnya. Cinta monyet tumbuh dan kebablasan sampai ke pelaminan pada anak seusia mereka. Masa remaja yang indah harus mereka lewatkan dan menempuh resiko berumah tangga yang akan di tanggung pasangan remaja belasan tahun tersebut.

Pengantin di bawah umur lelaki yang berinisial Ar, Sedang pengantin wanita berinisial Am yang masih duduk di kelas 8 sudah menikah beberapa hari yang lalu, ini penjelasan dari pihak sekolah yang tidak ingin kami sebutkan nama sekolahnya menjaga nama baik sekolah, (S) wakil kepala sekolah bagian kesiswaan menjelaskan membenarkan ada siswa yang menikah di bawah umur, “ada salah satu anak kita memang menikah di usia dini itu kelas 8 SMP,

Keduanya sekolah disini tetapi pada Januari yang berinisial Am pindah sekolah dan alasan pindah ikut orang tua, yang lelaki siswa disini memang akhir-akhir ini jarang masuk sekolah, apa penyebabnya jarang sekolah saya kurang tahu itu ranahnya guru BK.

Saat di tanya apakah orang tua sudah diberitahu atau di panggil terkait anaknya jarang masuk sekolah jawabnya, ” sudah dipanggil bahkan dokumennya sudah ada” jelasnya.

Wakil kepsek melanjutkan, “untuk karakter anak yang perempuan ini isial A baik tidak ada kejanggalan yang bisa kita curigai, bahkan aktif pada kegiatan extrakulikuler.”jelasnya.

Mengapa bisa sampai menikah dini ini tanggapan dari pihak sekolah, “Faktor menikah dini ini kemungkinan faktor dari luar lingkungan sekolah” jelasnya mengakhiri. (Indra/AWPI)

Tinggalkan Balasan