Lantik PTPS, Ketua Panwas Payakumbuh Utara: Bagian Penting Pengawasan dan Krusial

Payakumbuh60 views

Payakumbuh, Suarapribumi.co.id — Ketua Panwaslu Payakumbuh Utara, Tulas Rahmada Yona melantik sebanyak 85 orang pengawas TPS (PTPS) untuk mengawasi seluruh TPS yang ada di Kecamatan Payakumbuh Utara.

“Selamat atas dilantiknya Pengawas TPS sebanyak 85 orang untuk mengawasi seluruh TPS yang ada di Kecamatan Payakumbuh Utara,” ujar Yona, Senin (22/1/24).

Yona mengatakan dengan telah diambil sumpahnya berarti sudah resmi pula mereka dalam mengemban amanah, tugas, wewenang dan tanggung jawab sebagai pengawas pemilu yakninya pengawas TPS
diatas pundak bapak/ibu sudah tertopang aturan, etik yang akan di junjung tinggi sebagai pejuang demokrasi.

“Kurang lebih 23 hari lagi kita akan menunaikan tugas besar kita yaitu pengawasan pemungutan dan penghitungan suara pada tanggal 14 Februari 2024. Tahapan yang sedang berlangsung sekarang yaitu kampanye pemilu yang masa tahapannya tinggal 20 hari lagi,” jelasnya.

Kemudian tahapan ini beririsan juga dengan tahapan pendaftaran Daftar pemilih tambahan (DPTb) sampai tanggal 7 Februari 2024 besok dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Dua tahapan tersebut membutuhkan kinerja ekstra bagi pengawas karna pada tahapan ini lah banyak ditemukan kerawanan-kerawanan kecurangan, pelanggaran, dan sengketa pemilu yang perlu kita awasi dengan motto Cegah, Awasi dan Tindak,” kata Yona.

Dengan Telah dilantiknya sebanyak 85 PTPS yang ada di kecamatan payakumbuh utara akan memberikan energy baru bagi panwascam payakumbuh utara.

“Dengan adanya bapak/ibu tentu bertambah pula pioner-pioner pengawasan kami di lapangan,” kata Yona.

Lanjutnya dengan bertambah pula 2 mata 4 mata dan 85 pasang mata yang akan siaga dalam melakukan pengawasan di seluruh wilayah yang ada di kawasan payakumbuh utara. Apakah nanti bapak/ibu menemukan pelanggaran-pelanggaran pidana, administrasi, maupun pelanggaran etik.

“Apabila nanti ditemukan adanya serangan fajar, bagi-bagi uang, mobilisasi pemilih, pengerusakan APK, adanya caleg yang berkampanye di masa tenang atau pelangaran lainnya silahkan sampaikan kepada kami – secara berjenjang dan akan kita proses bersama sesuai dengan prosedur yang ada,” ujarnya.

Yona mengatakan hal ini penting untuk dilaksanakan demi terlaksananya pemilu yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.

“Satu suara menentukan masa depan bangsa kita. Jangan sampai kita membiarkan kecurangan-kecurangan yang ada di depan mata kita. Entah bagaimana bangsa kita apabila di pimpin oleh pemimpin yang curang yang tidak patuh terhadap aturan dan Undang-undang yang ada,” paparnya.

Hadirnya bawaslu dan jajaran dari tingkat nasional sampai ke titik terendah ditengah masyarakat adalah untuk menjamin terlaksananya amanah undang-undang pemilu dalam mewujudkan pemilu yang luber jurdil.

Pada 14 Februari 2024 nanti merupakan puncak pengawasan, akan sia-sia pengawasan selama 2 tahun ini apabila pada Hari H pemungutan suara pengawasan tidak terlaksana dengan baik.

“Bapak Ibu yang dilantik pada hari ini, merupakan orang-orang pilihan, yang kami rasa mampu dalam melaksanakan tugas berat ini. Ada yang ditempatkan di luar dari TPSnya, bukan berarti bapak/ibu di singkirkan tapi bapak/ibu lah yang kami rasa mampu meskipun bertugas diluar TPS asalnya,” jelasnya.

Hal ini katanya tentu tidak akan menambah maupun mengurangi tugas, wewenang, dan tanggungjawab mereka. Salah satu bagian penting dan krusial keberadaan pengawas pemilu adalah Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Satuan yang berhadapan langsung dengan proses dinamis pemungutan dan penghitungan suara.

Tahapan pemungutan dan penghitungan suara merupakan tahapan puncak dari serangkaian tahapan pemilu yang sudah berjalan sebelumnya. Keberadaan PTPS menjadi instrumen penting yang akan ikut menentukan kualitas proses pemungutan dan penghitungan suara. Tentu PTPS yang aktif dan progresif, mengerti tugas dan
wewenangnya sehingga memaksimalkan perannya dengan baik.(Syf)

Editor: Syafri Ario

Tinggalkan Balasan