oleh

Juara KWT Didapatkan, Ketua TP-PKK Titipkan Harapan

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Satu bulan sudah lomba Kelompok Wanita Tani digelar di lokasi Payakumbuh Agro Expo 2019 tepatnya di kawasan Pasar Payakumbuh II Padang Kaduduak Kelurahan Tigo Koto Diate. Berbagai hasil kreasi kerajinan KWT telah dipamerkan di lokasi ini, mulai dari hasil pertanian, perkebunan dan dan budidaya tanaman hias lainnya.

Bukan sekedar diperlombakan, keberadaan KWT di lokasi tersebut juga sangat diminati para pecinta tanaman hias yang berasal dari Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kabupaten 50 Kota dan Kota Bukittinggi. Sehingganya berbagai pesanan bibit tanaman hias terhadap KWT tampak berdatangan.

Kondisi tersebut membuat Ketua TP PKK Kota Payakumbuh Henny Riza Falepi menjadi bangga. Kebanggaan tersebut disampaikan Henny Riza Falepi saat menutup Lomba KWT yang dilaksanakan pada Kamis (10/10/2019) sore.

Dihadapan Kepala Dinas Ketahanan Pangan edvidel Arda dan pengurus KWT se Kota Payakumbuh yang tak sabaran menunggu pengumuman pemenang, Henny Riza Falepi berharap agar KWT terus kompak dalam berkreasi dan berinovasi, disamping menyalurkan hoby bercocok tanam.

“penilaian lomba KWT dilaksanakan murni dengan tim penilai independen karena berasal dari komunitas pecinta budidaya pertanian. Kegiatan yang disponsori Dinas Ketahanan Pangan, bersumber dari inisiasi para petani. Sewajarnyalah kami mengapresiasi keaktifan kita. Perlu kita dalami bahwa KWT bukan hanya stagnan, tapi bergerak. Bagaimana KWT sebagai bagian dari 10 tupoksi PKK bisa berbudi daya tanaman. Minimal buat dapur keluarga, maksimal menambah belanja,” apresiasi Henny.

Dikatakan Henny, kita impikan Agro expo lebih dikenal masyarakat luar Kota Payakumbuh, sehingga konsumennya orang luar.

“Lomba KWT bukan saja uforia semata, atau mengharapkan hadiah dari pemko Payakumbuh dan panitia pelaksana. Tapi, kita berupaya mengoptimalkan tiap tahun kita gelar expo pertanian sehingga tidak tertutup kemungkinan kita wujudkan sebuah pasar pertanian. Semua tak luput dari kegigihan dinas terkait dan warga,” ingin Henny kala itu.

Harapan senada juga disampaikan sebelumnya oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Edvidel Arda.

“Pemko Payakumbuh selalu giat berikan stimulans, agar warga kota giat dalam mewujudkan pangan sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat. Mari kita jadikan momen ini sebagai motivasi kearah lebih baik kedepan. Timbulkan motivasi dan kreasi dalam pemanfaatan pekarangan rumah atau keltan wanita. Maksimalkan lahan atau bisa juga dengan polybag dan lainnya. Barang bekas pun bisa dijadikan wadah bercocok tanam. Jika niat dan kemauan bisa kita tingkatkan, insyaallah KWT bisa juga menopang kebutuhan anggota dan keluarga. Teruskan pupuk minat dan bakat bagaimana KWT bisa bernilai guna,”harap Edvidel Arda.

Jelang pengumuman dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba yang diikuti 14 KWT di Payakumbuh, Joni Safasni selaku penggiat Payakumbuh Agro Expo sekaligus dewan penilai lomba KWT menyampaikan ucapan terima kasih atas fasilitas dan dukungan Pemko Payakumbuh dan jajaran, sehingga kegiatan akbar tersebut bisa berlangsung sukses.

Dalam sambutannya, Joni Safasni yang akrab disapa Mosir

“3 bulan persiapan kami dari panitia Payakumbuh Agro Expo 2019, berbagai hal berkaitan dengan tani sudah dipertontonkan dan dijual kepada pengunjung. Tapi itu baru hal kecil. Hal besarnya bagaimana Payakumbuh sebagai perlintasan bisa lebih dikenal para pengusaha yang bergerak di bidang tani. Karena Saya petani. Saya ingin maju, namun maju bersama KWT dan keltan disokong pemda. Lomba kali ini bukan sekedar menjemput hadiah, tabanas atau penghargaan. Tapi kita kaji lebih jauh dampaknya bagi para petani Payakumbuh,”papar Mosir.

Disampaikan Mosir, meski hari ini Payakumbuh Agro Expo 2019, berakhir. Namun kegiatan bakal dibuat lebih akbar lagi.

“Kita pecinta budidaya pertanian akan lanjutkan kegiatan ini. Kita akan cetus berdirinya Agro Mart. Dimana lokasi ini menjadi Pusat penjualan agro multikultura, bibit tanaman budidaya dan tanaman hias, seperti bunga dan pecinta anggrek. Semua diatur dalam managemen satu pintu. Satu bulan kegiatan Payakumbuh Agro Expo berlangsung warga semakin paham hal pengembangan dan budidaya bawang dan labu madu. Saat ini sudah kita kantongi 8 jenis atau varietas labu. Selanjutnya, kita semakin paham bagaimana sistem yang halal lagi baik untuk pengolahan varian labu madu yang mulai dikenal di Sumbar. Teruslah berkarya, manfaatkanlah lahan tidu. Karena pada realitanya, bukan lahan yang tidur, tapi kita pemiliknya yang tertidur,”tutur Mosir.

Selama 1 bulan digelarnya lomba KWT dengan berbagai tanaman hasil inovasi kekompakan dan kreasi. Selanjutnya, para pemenang dihadiadihi piala, uang pembinaan dan piagam yang diserahkan Ketua TP Pkk, Kadis Ketapang dan panitia.

Juri pun mulai mengumumkan pemuncak lomba tersebut, sebagai berikut :

Juara Harapan 3 diraih KWT Lumbung Rasaki
Harapan 2, KWT Kaluek Sepakat
Harapan 1, KWT Gambir Sejahtera
Juara III, KWT Tajahara
Juara II, KWT Tanjung Jaya.
Sedangkan Juara I diraih KWT Taratak Indah.

Komentar

Tinggalkan Balasan