Jakarta, Suarapribumi.co.id – Jaringan Nasional Pemuda Hijau(JarNas-PH) bersama Generasi Muda Peduli Indonesia (GaMPI) menggelar pertemuan silaturahmi strategis untuk membahas langkah-langkah konkret terkait pelestarian lingkungan. Pertemuan ini menandai kolaborasi lintas elemen dalam mengawal isu-isu ekologis yang kian mendesak di seluruh provinsi di Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini menjadi wadah pertukaran gagasan mengenai krisis iklim, deforestasi, hingga perlindungan hak-hak masyarakat adat atas tanah dan sumber daya alam. Kedua organisasi sepakat bahwa pendekatan ekologis harus menjadi arus utama dalam kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam diskusi tersebut, JarNas dan GaMPI menyoroti pentingnya sinkronisasi gerakan di 38 provinsi. Mengingat setiap wilayah memiliki tantangan lingkungan yang unik seperti polusi industri di Jawa, ancaman karhutla di Sumatra dan Kalimantan, hingga konservasi laut di Indonesia Timur diperlukan pemetaan masalah yang komprehensif.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan seremonial. Kami ingin memastikan bahwa setiap provinsi memiliki ‘penjaga’ ekologis yang aktif. Sinergi antara aktivis senior di Jarnas dan semangat muda dari teman-teman GaMPI akan menjadi kekuatan besar untuk mendesak perubahan positif,” ujar Pak Letkol Inf. Dr. G. Borlak, S,Sos.,M.M selaku Ketua Umum JarNas-PH
Senada dengan hal tersebut, Nini Arianti, S.M.,M.M , selalu Ketua Umum GaMPI, menekankan peran generasi muda sebagai katalisator gerakan lingkungan di daerah. “Pemuda di seluruh pelosok negeri memiliki kedekatan dengan basis massa dan data di lapangan. Kolaborasi dengan JarNas akan memperkuat advokasi kita, terutama dalam mendorong pemerintah daerah untuk lebih berpihak pada keberlanjutan lingkungan,” tegasnya. (10/01/2026).
Dalam pertemuan ada beberapa Point Utama dalam diskusi Silaturahmi:
1. Membentuk jaringan komunikasi intensif antara koordinator JarNas dan GaMPI di tiap provinsi.
2. Mengawal regulasi daerah agar tetap berbasis pada kelestarian ekologis dan keadilan iklim serta kependudukan.
3. Melakukan kampanye kesadaran lingkungan yang menyasar masyarakat akar rumput dan generasi milenial/Z.
4. Menciptakan sistem pelaporan bersama untuk merespon perusakan lingkungan yang terjadi di daerah-daerah terpencil dan melakukan reboisasi di daerah yang memiliki dampak deforestasi hutan.
5. Mengawal program asta cita bapak Presiden Prabowo Menuju Indonesia emas 2045.
“Pertemuan ini diharapkan dapat memicu gerakan ekologis yang lebih terorganisir dan berdampak nyata bagi kelangsungan hidup generasi mendatang di seluruh penjuru Indonesia,” tegas Nini Arianti pada pertemuan 9 Januari 2026 di Hambalang, sentul Kabupaten Bogor di Kediaman pak G. Boerlap selaku ketua Umum JarNas-PH. (Sp)