Site icon Suara Pribumi

Hapus Stigma Politik Kotor, Syaiful Efendi Ajak “Orang Baik” Bukittinggi Ambil Peran di Parlemen

BUKITTINGGI – Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., MA, mengeluarkan ajakan terbuka bagi para intelektual dan generasi muda di Kota Jam Gadang untuk tidak lagi “alergi” terhadap dunia politik. Menurutnya, masa depan daerah ini sangat bergantung pada keberanian orang-orang berintegritas untuk masuk ke dalam sistem pengambilan kebijakan.

Pesan ini disampaikan Syaiful menyikapi masih kuatnya stigma negatif yang menganggap politik sebagai dunia yang kotor dan penuh intrik. Baginya, menjauhnya orang-orang baik justru menjadi ancaman bagi kualitas demokrasi.

“Politik harus dibuat asyik dan menyenangkan. Jangan sampai anak muda menganggap politik itu kotor lalu menjauhinya. Kalau orang-orang baik menjauh dari politik, maka siapa lagi yang akan memperbaikinya?” ujar Syaiful dengan nada retoris, Senin (2/2/2026).

Politisi senior dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan bahwa politik sejatinya adalah instrumen pengabdian (passion) untuk mengelola hajat hidup orang banyak. Ia mengingatkan bahwa setiap sendi kehidupan masyarakat, mulai dari harga pangan hingga kualitas pendidikan, ditentukan melalui proses politik.

“Tanpa pemahaman politik yang matang, masyarakat—terutama kaum terpelajar—hanya akan menjadi objek kebijakan, bukan subjek yang ikut menentukan nasib kotanya sendiri,” tambahnya.

Syaiful mendorong agar generasi milenial dan Gen-Z melihat politik sebagai panggung untuk menebar manfaat secara luas, bukan sebagai jalan pintas mencari kekayaan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan publik yang objektif dalam menilai kebijakan, bukan berdasarkan sentimen emosional semata.

“Kita butuh generasi yang konstruktif; yang tidak hanya mengkritik dari luar, tapi mau ikut memperbaiki sistem dari dalam. Memahami politik itu sama pentingnya dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital ini,” pungkas Syaiful.

Melalui narasi ini, Ketua DPRD Bukittinggi tersebut berharap muncul gelombang partisipasi baru yang lebih sehat dan rasional, di mana panggung politik kembali kepada hakikatnya sebagai ladang pengabdian demi kesejahteraan masyarakat luas. (Harika)

Exit mobile version