Site icon Suara Pribumi

DPP CIC Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri Listyo Sigit: Rapor Penegakan Hukum Tebang Pilih

 

 

BREAKING NEWS

 

Jakarta-

 

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC) menilai kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak memuaskan karena banyak melakukan tebang pilih dalam penanganan berbagai perkara hukum.

 

Atas dasar mengecewakannya rapor penegakan hukum tersebut, DPP CIC menyatakan sudah selayaknya Kapolri segera dicopot dari jabatannya.

 

Ketua Umum DPP CIC, R. Bambang SS, memberikan contoh konkret ketimpangan hukum yang mencolok saat ini. Menurutnya, penanganan kasus mantan Jampidsus Febrie Adriansyah diproses dengan sangat cepat hingga langsung ditetapkan sebagai tersangka. Sebaliknya, kasus dugaan pemerasan oleh mantan Ketua KPK Firli Bahuri justru tampak diam di tempat dan menggantung tanpa kepastian hukum yang jelas selama bertahun-tahun. Bahkan laporan masyarakat tidak pernah digubris.

 

“Ketimpangan ini memperlihatkan adanya tebang pilih yang nyata di bawah kepemimpinan Kapolri saat ini,” tegas R. Bambang S. dalam keterangan resminya kepada media, Kamis (23/7/2026).

 

Oleh karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo Subianto agar tidak mempertahankan posisi Jenderal Listyo Sigit hanya karena pertimbangan politik semata.

 

Menurutnya, penegakan hukum yang objektif, transparan, dan adil harus menjadi prioritas utama pemerintahan baru tanpa adanya intervensi atau kompromi politik demi menjaga kepercayaan publik.

 

Lebih lanjut, R. Bambang SS. menyoroti masa jabatan Listyo Sigit yang sudah tergolong lama sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara. Kondisi ini dinilai memicu rasa nyaman yang berpotensi menurunkan ritme kerja, memunculkan kejenuhan, serta mengikis objektivitas kepolisian dalam menuntaskan berbagai kasus besar di masyarakat.

 

Sebagai penutup, R. Bambang S. mengingatkan bahwa publik hari ini sangat kritis dan terus memantau komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi dan penegakan keadilan.

 

“Masyarakat rindu akan institusi Polri yang profesional dan tidak pandang bulu. Kami berharap Presiden Prabowo berani mengambil langkah tegas demi menyelamatkan marwah penegakan hukum di tanah air dengan melakukan penyegaran di pucuk pimpinan kepolisian,” pungkasnya.

 

(Moriza)

Exit mobile version