Suarapribumi.co.id, Bukittinggi — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi menjadikan ajang National Firefighter Competition 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan.
Melalui latihan intensif yang digelar di Lapangan Bola Ateh Ngarai sejak awal April, para personel tidak hanya dipersiapkan untuk berlomba, tetapi juga diasah keterampilan teknis dan ketangkasan dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.
Kepala DPKP Kota Bukittinggi, Joni Feri, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang nasional ini bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan sebagai sarana evaluasi dan peningkatan kemampuan personel.
“Ajang ini menjadi tolok ukur bagi kami untuk melihat sejauh mana kesiapan dan kemampuan anggota di lapangan. Ini bagian dari upaya peningkatan profesionalisme,” ujarnya.
Dalam kompetisi yang akan digelar di Palembang pada 27–29 April 2026 tersebut, DPKP Bukittinggi akan mengikuti tiga cabang utama, yakni survival, ladder pitching, dan hose laying, yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta koordinasi tim yang solid.
Sebanyak delapan personel diterjunkan, terdiri dari enam peserta dan dua official. Seluruhnya menjalani latihan dengan disiplin tinggi guna memastikan kesiapan fisik dan mental.
Joni Feri juga menyampaikan harapannya agar pengalaman mengikuti kompetisi tahun 2023, meski belum membuahkan hasil, dapat menjadi pelajaran berharga untuk tampil lebih baik tahun ini.
“Yang terpenting adalah peningkatan kemampuan. Namun tentu kami berharap bisa membawa pulang hasil terbaik dan membanggakan Bukittinggi,” tambahnya.
Keikutsertaan DPKP Bukittinggi dalam ajang ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi pencegahan dan pengendalian kebakaran, serta peningkatan layanan kepada masyarakat secara lebih profesional dan responsif. (Harika)