oleh

Dikritik Keras Haris Azhar, SH., M.A. Wali Kota Payakumbuh Meradang

Payakumbuh, Suarapribumi.co.id, — Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi memberikan tanggapan terkait kritikan yang diberikan Hariz Azhar pada berita sebelumnya, tentang pelanggar prokes di Payakumbuh yang dibawa ke meja hijau , Sabtu (22/05/2021).

Haris Azhar Activis HAM Internasional dan pakar hukum mengkritik tentang kebijakan pemerintah provinsi Sumatera Barat (Sumbar) khususnya Kota Payakumbuh, Bung Haris mengatakan pemerintah harus arif dalam menghukum warga dalam soal protokol kesehatan, tidak semua harus dipidanakan, ada kadar kesalahan orang, konteks dan lain lain, yang harus betul-betul dipertimbangkan. Jaman seperti ini, orang sudah banyak yang susah, dipersulit lagi dengan hukuman-hukuman, Haris juga khawatir sumpah serapah bermunculan dari kalangan warga ke aparat negara.

“Pemerintah harus lebih arif dalam menghukum warga dalam soal protokol kesehatan, tidak semuanya harus dipidanakan, ada kadar kesalahan orang, konteks dan lain lain, yang harus betul-betul dipertimbangkan. Jaman seperti ini, orang sudah banyak yang susah, dipersulit lagi dengan hukuman-hukuman, saya khawatir sumpah serapah bermunculan dari kalangan warga ke aparat negara,” tegas Hariz Azhar yang juga pendiri Lokataru Foundation, Sabtu (22/05/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya Bung Haris menyampaikan kritik keras, situasi ini harusnya dihadapi dengan saling mengajak dan mengedukasi, mengingatkan. Bukan saling menindak. “Sebaliknya kalau mau dihukum, banyak juga kerumunan pejabat atau kebijakan pemerintah yang mengakibatkan kerumunan, tapi toh tidak dihukum. Tajam hanya kebawah. Ini diskriminatif,” ujar Harris.

Terkait hal itu, Riza Falepi mengatakan malah menyuruh Haris Azhar sendiri yang menjadi wali kota. “Coba dia (Haris Azhar) menjadi wali kota, terus kita seenaknya seperti dia. Lebih baik Haris Azhar heboh dengan yang berat, misalnya FPI di KM 50 tol, dan pelecehan muslim di Papua,” ujarnya

Lebih lanjut Wali kota Payakumbuh itu juga mengakatan kalau kritikan Haris Azhar itu asal bunyi (asbun) karena pada dasarnya itu perda pemprov, menurut Riza Haris salah alamat, Riza juga menyarankan untuk memarahi yang membuat perda, kalau tidak jangan bikin perda.

“Makanya saya bilang asal beda kalau ngak asbun, karena inikan dasarnya perda pemprov terus kenapa sewot ke Payakumbuh? Salah alamat dia, marahinlah yang bikin perda, kalau ngak jangan bikin perda,” tutupnya.

Disisi lain, menurut Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra, diluar Sumbar sudah banyak yang dimeja hijaukan melalui sidang ditempat kejadian.

“Wuiih…ramai jadinya. Diluar Sumbar bahkan sudah banyak dimeja hijaukan melalui sidang di tempat kejadian,” tutupnya.

Pewarta : Farhan Faridho

Komentar

Tinggalkan Balasan