oleh

Bupati Safaruddin: Sektor Pertanian Mampu Bertahan di Saat Pandemi (Lipsus)

Lima Puluh Kota, Suarapribumi.co.id — Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Datuak Bandaro Rajo melakukan panen perdana Jagung Kelompok Tani Perintis di Jorong Kubang Tungkek, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (15/8/2021).

Dikatakan Bupati, pertanian merupakan salah satu sektor unggulan yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota saat ini. Hal ini merupakan upaya Pemkab untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah masa pandemi Covid-19.

“Pandemi virus corona berdampak serius terhadap fluktuasi perekonomian masyarakat. Namun sektor pertanian kami lihat mampu menghadapi tekanan itu,” Kata Bupati dihadapan puluhan anggota kelompok Tani Perintis Jorong Kubang Tungkek.

Bupati menjelaskan pengembangan ekonomi khusunya untuk Kabupaten Lima Puluh Kota tidak saja terfokus kepada satu sektor saja. Namun juga kepada sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi produk kebutuhan pokok masyarakat pada umumnya. untuk itu dirinya menghimbau kepada dinas terkait agar lebih intens dan berkesinambungan untuk melakukan pendampingan kepada setiap kelompok tani masyarakat yang ada. Termasuk pemberian pupuk dan bibit berkualitas baik kepada masyarakat petani di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam kesempatan itu, bupati berpesan petani jangan meninggalkan pekerjaannya. Pola dan alat pertanian saat ini sudah moderen. Untuk memajukan bidang pertanian itu ada yang perlu dibenahi, diantaranya inovasi dan teknologi pertanian.

“Pertanian merupakan basis kuat ekonomi. Kami meminta dinas terkait kerjasama dan kontribusi nya untuk para petani kita. Keluhan sudah kami dengar langsung terkait pupuk dan bibit berkualitas. Kapan perlu lakukan kegiatan untuk memberikan bimtek inovasi teknologi untuk petani,” sambung bupati.

Sementara itu, Koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Guguak Arifah Rahmi menyebutkan, penurunan hasil produksi dirasakan petani jagung adalah adanya serangan hama dan penyakit yang jika tidak dikendalikan dengan benar akan menyebabkan kerugian yang cukup besar. Namun untuk Keltan Perintis dengan 7 kilogram bibit mampu menghasilkan 3,5 Ton jagung.

“Sebagai penyuluh pertanian, hal-hal yang berkaitan dengan sektor ini kami akan terus berupaya maksimal untuk hasil produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Memberikan edukasi dan bimbingan, termasuk kepada pengendalian hama yang berdampak buruk kepada hasil,” tutup Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Guguak.(Adv/Syafri Ario)

Komentar

Tinggalkan Balasan