oleh

BRPI Bersama Pemkab 50 Kota Kembangkan Budidaya dengan Pendekatan Teknologi Adaptif

Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) bersama tim beserta Kepala Dinas Perikanan melakukan penebaran ikan gurami unggul hasil pemuliaan pada Kamis, 27 Mei di kecamatan Suliki sekaligus sosialisasi kepada prmbudidaya di 7 kecamatan yang merupakan sentra produksi gurami beserta penyuluh pada 28 Mei 2021 di kantor dinas perikanan kab. 50 kota.

Kepala BRPI Dr . Joni Haryadi, mengatakan upaya peningkatan performa pertumbuhan ikan Gurami di Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi dilakukan melalui program riset peningkatan mutu genetik, “Pembentukan Varietas Unggul Ikan Gurami Tumbuh Cepat” yang dimulai pada tahun 2014.

Kegiatan penelitian ini diawali dengan melakukan koleksi ikan gurami dari beberapa populasi yang berbeda yaitu: Majalengka, Tasikmalaya, Jambi dan Kalimantan. Pada tahun 2015 dilakukan karakterisasi genotipik yang menunjukkan bahwa populasi Majalengka dan Jambi memiliki hubungan kekerabatan paling jauh, sehingga potensial untuk digunakan dalam upaya pemuliaan melalui program hibridisasi.

Evaluasi performa pertumbuhan pada tahun 2016-2017 menunjukkan bahwa persilangan antara induk betina ikan gurami Majalengka dengan induk jantan ikan gurami Jambi terbukti memiliki nilai heterosis yang tinggi, yaitu sebesar 32,68% pada umur 14 bulan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida hasil persilangan antara induk betina ikan gurami Majalengka dengan induk jantan ikan gurami Jambi prospektif sebagai varietas ikan gurami unggul tumbuh cepat.

Hasil uji multilokasi pada tahun 2018, menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida tumbuh cepat memiliki pertumbuhan 26,97% lebih cepat daripada ikan gurami lokal di Tulungagung, sedangkan hasil uji multilokasi di Sukamandi menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida tumbuh cepat memiliki pertumbuhan 17,18% lebih cepat daripada ikan gurami Galunggung Super.

Hasil pengujian performa ketahanan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan bakteri Mycobacterium fortuitum menunjukkan bahwa benih ikan gurami hibrida tumbuh cepat memiliki ketahanan yang lebih tinggi daripada benih ikan gurami Galunggung Super hasil rilis Balai Pengembangan Budidaya Ikan Gurame dan Nilem (BPBIGN) Singaparna.

Hasil uji toleransi lingkungan juga menunjukkan bahwa benih ikan gurami hibrida tumbuh cepat memiliki ketahanan toleransi yang lebih tinggi daripada benih ikan gurami Galunggung Super terhadap paparan cekaman suhu, salinitas serta pH. Hasil-hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa ikan gurami hibrida tumbuh cepat selain memiliki pertumbuhan yang lebih cepat juga memiliki ketahanan terhadap cekaman lingkungan serta ketahanan terhadap penyakit yang lebih baik.

“Dengan demikian, populasi benih ikan gurami hibrida tumbuh cepat hasil pemuliaan BRPI Sukamandi merupakan kandidat baru strain ikan gurami hibrida unggul yang perlu diajukan permohonannya agar dapat dilepas sebagai varietas baru ikan unggul gurami hibrida tumbuh cepat,” ujarnya.

Kepala BRPI Dr . Joni Haryadi, MSc berharap Gurami BIMA dapat disebarluaskan sebagai induk dan benih unggul untuk meningkatkan Produksi Nasional Perikanan Budidaya ikan Gurami yang pada tahun 2017 mencapai 234.904 ton, menempati urutan ke lima setelah Nila, lele, patin dan ikan mas (Sumber: Satu Data Kelautan dan Perikanan, 2018).

Gurami BIMA diharapkan mampu menjadi solusi atas kejadiaan di akhir tahun 2018 sampai awal tahun 2019, yakni banyaknya kematian induk-induk ikan gurami di masyarakat. Ikan Gurami BIMA adalah ikan milik bangsa Indonesia untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pembudidaya ikan.

Ikan gurami (Osphronemus goramy Lacepede,1801) merupakan ikan asli Indonesia yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Ikan gurami dikenal masyarakat sebagai ikan yang lambat tumbuh sehingga diperlukan upaya pemuliaan untuk menghasilkan strain baru ikan gurami yang unggul pada karakter pertumbuhan.

Pewarta: Syafri Ario, S. Hum

Komentar

Tinggalkan Balasan